Tampilkan postingan dengan label Samosir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Samosir. Tampilkan semua postingan

Suku Batak Toba merupakan salah satu suku diantara suku batak yang ada di  Provinsi Sumatera Utara.  Seperti halnya suku batak yang lain batak toba juga memiliki keunikan tersendiri. Keunikannya terlihat dari nilai-nilai serta adat istiadatnya yang masih dipertahankan hingga sekarang oleh masyarakatnya. Bagi suku Batak Toba, adat istiadat merupakan suatu hal sakral, yang harus dipatuhi. Nilai dan adat istiadat tersebut menjadi sebuah dasar bagi kehidupan masyarakat Batak Toba itu sendiri.

Di jelaskan Secara umum bahwa  nilai serta kebudayaannya Suku Batak Toba dapatlah di diskripsikan menjadi beberapa bagian.

Sistem Kekerabatan

Secara umum sistem kekerabatan pada masyarakat Suku Batak memiliki dua jenis, yaitu kekerabatan yang berdasarkan pada garis keturunan atau geneologis dan berdasarkan pada sosiologis. Semua Suku  Batak memiliki marga, inilah yang disebut dengan kekerabatan berdasarkan geneologis. Sementara kekerabatan berdasarkan sosiologis terbentuk melalui perkawinan. Sistem kekerabatan muncul di tengah-tengah masyarakat karena menyankut hukum antar satu sama lain dalam pergaulan hidup.

Dalam tradisi Batak, yang menjadi kesatuan Adat adalah ikatan sedarah yang disebut dengan marga. Suku bangsa Batak terbagi ke dalam enam kategori atau puak, yaitu Batak Toba, Batak Karo, Batak Pakpak, Batak Simalungun, Batak Angkola, dan Batak Mandailing. Masing-masing pula memiliki ciri khas nama marganya. Marga ini berfungsi sebagai tanda adanya tali persaudaraan di antara mereka. Satu puak bisa memiliki banyak marga.

Bagi Batak Toba, Si Raja Batak adalah anak perempuan dari keturunan Debata Muljadi Nabolon, Tuhan pencipta bumi dan isinya. Tuhan ini memerintah ibu Si Raja Batak untuk menciptakan bumi, dan ibunya tinggal di daerah  bernama Siandjurmulamula. Daerah tersebut menjadi tempat tinggal Si Raja Batak dan keturunannya. Daerah ini adalah tanah Batak, dimana tempat seluruh orang Batak berasal.

Keyakinan (Religi)

Sebelum masuknya Agama Kristen yang dibawa misionaris Jerman (Nomensen) pada abad ke-19 masyarakat batak toba masih menganut kepercayaan Animesme, yang dikenal dengan nama Pamalim. Paham Parmalim yang dianut oleh masyarakat batak toba kuno inipun memiliki beberapa konsepsi.

Pertama, konsepsi tentang maha pencipta bahwa ala mini dan seluruh isinya diciptakan oleh Debata (Ompung) Mulajadi na bolon yang bertempat tinggal di atas langit dan mempunyai nama-nama lain sesuai dengan tugas dan tempat kedudukannya. Debata(ompung) mulajadi diyakini sebagai maha pencipta yang mengatur gejala alam seperti hujan, kehamilan dll. Sedangkan yang tinggal di bumi  sebagai penguasa Dunia bernama Silaon na Bolon. Ada juga Pane na Bolon atau Tuan Paduka Aji yang berkuasa terhadap makhlus halus.

Kedua, konsepsi tentang jiwa, roh dan dunia akhirat. Dalam hubungan dengan jiwa dan roh, orang Batak mengenal tiga konsep yaitu Tondi, Sahala dan Begu. Tondi diartikan sebagai kekuatan dari jiwa atau roh yang dimiliki seseorang. Sahala adalah jiwa atau roh seseorang berdasarkan kedudukannya. Sahala dari seorang Raja atau Datu misalnya, akan lebih banyak dan juga lebih kuat daripada orang biasa.  Begitu pula Sahala dari orang Hula-Hula lebih kuat dari Sahala orang Boru. Sahala inilah yang menentukan derajat seseorang.

Ketiga, konsepsi Begu, ialah seperti tingkah laku manusia, hanya secara kebalikannya, yaitu misalnya apa yang dilakukan oleh manusia pada siang hari di lakukan begu pada malam hari. Orang batak mengenal ada Begu yang baik dan ada yang jahat. Sesuai dengan kebutuhannya, Begu tersebut di puja dengan sebuah sajian (pelean).

Di kalangan orang batak toba, Begu yang terpenting ialah Sumangot Ni Ompu (begu dari nenek moyang). Untuk upacara penghormatan kepada Begu yang menduduki tubuh manusia yang kaya, yang berkuasa, dan yang mempunyai keturunan akan dibuat secara besar-besaran. Upacara tersebut akan diiringi dengan pertunjukan  gondang (musik batak).

Saat ini, meski sebagian besar masyarakat batak toba sudah memeluk agama kristen, masih ada sebagian masyarakat suku Batak Toba yang masih menganut paham Pamalim. Paham tersebut hingga kini masih kental dan terus terjaga, khususnya pada daerah-daerah pedalaman.

Adat Perkawaninan

Dalam adat perkawinan suku Batak Toba Perkawinan merupakan salah satu upacara ritual adat. Penyatuan dua orang dari anggota masyarakat melalui perkawinan tak bisa dilepaskan dari kepentingan kelompok masyarakat Batak Toba. Serangkaian hal penting dalam acara ritual adat perkawinan suku batak toba melibatkan peran masyarakat. Bahkan ia tak dapat dipisahkan dari peran masyarakatnya itu sendiri. Pesta pernikahan inipun merupakan salah satu bentuk kegembiraan yang diperlihatkan kepada maysarakat dan kerabat. Untuk tata cara pelaksanaan penikahan adat batak inipun harus mengikuti hukum adat yang berlaku. Ada beberapa tahapan yang harus dilakukan sebelum melaksanakan pernikahan adat pada  masyarakat suku batak toba.

Tahapan pertama yang harus dilakukan adalah  Patiur Baba Ni Mual, yaitu mohon restu kepada Tulang (paman) sebelum putranya menikah. Menurut adat, putri tulang (saudara kandung laki-laki dari pihak ibu) adalah jodohnya. Apabila pasangan hidup yang dipilih bukan putri tulang, maka orang tuanya perlu membawa putranya permisi dan mohon doa restu tulang, adat inipun hanya dilakukan pada putra saja.

Kedua, Marhori-hori Dingding, atau perkenalan keluarga terlebih dahulu. Beberapa bulan sebelum dilaksanakan pesta pernikahan, keluarga pihak laki-laki (paranak/pangoli) akan mengunjungi keluarga pihak perempuan (parboru/oroan) dengan tujuan memperkenalkan diri dan menetapkan tanggal dan hari untuk lamaran. Hal ini dilakukan oleh keluarga inti saja.
Ketiga, Patua Hata yaitu pelamaran secara resmi. Setelah lamaran Patiur Baba Nimual dilakukan dan disetujui oleh pihak wanita akan dilanjutkan dengan pelamaran secara resmi (Hori-Hori Dingding). Waktunya ditentukan saat perkenalan keluarga. Pada acara tersebut pihak lelaki akan mempersembahkan Tudu-Tudu Sipanganon (kepala babi/kerbau yang telah dimasak). Sedangkan pihak Parboru (wanita) akan memberikan Dengke (ikan mas). Acara ini akan dilakukan oleh ketua adat. Dalam acara ini akan dibiacarakan secara resmi mengenai acara Marhata Sinamot (pembelian wanita), Martumpol (perjanjian yang mengikat antara calon mempelai pria dengan mempelai wanita). Acara ini dilaksanakan di gereja dan disaksikan oleh  pendeta. Selanjutnya, Martunggo Raja dan Maria Raja yaitu persiapan pra nikah dan mengundang masyarakat untuk hadir pada acara pernikahan yang telah ditentukan pelaksanaannya.

Keempat, pemberkatan nikah (Pemasu-Masuon) dan acara adat (Marunjuk). Setelah waktu yang telah ditentukan tiba (hari dilangsungkannya pernikahan), pagi hari sebelum dimulai pemberkatan/ catatan sipil/ pesta adat, acara dimulai dengan penjemputan mempelai wanita di dikediamannya disertai dengan makan pagi bersama dan berdoa untuk kelangsungan pesta pernikahan, biasanya akan ada penyerahan bunga oleh mempelai pria dan pemasangan bunga oleh mempelai wanita, dilanjutkan dengan penyerahan Tudu-tudu Ni Sipanganon (kepala babi/kerbau) dan pihak wanita juga menyerahkan Dengke (ikan mas), lalu makan bersama.  Selesai makan berangkat menuju tempat pemberkatan pernikahan sang mempelai.

Pemberkatan tersebut akan dilakukan di tempat ibadah. Untuk kepraktisan, sebelum acara pemberkatan dimulai, biasanya dilakukan pencatatan sipil. Setelah pemberkatan dan pencatatan sipil selesai, seluruh keluarga akan berangkat menuju tempat pesta adat dilaksanakan.  

Adat Kematian

Pada masyarakat Batak, kematian identik dengan pesta dan suka cita. Ini sangatlah unik dan sangat khas. Ya, adat budaya kematian suku Batak memang beda dari kebanyakan suku yang ada di Indonesia.

Dalam tradisi Batak, orang yang mati akan mengalami perlakuan khusus, akan dilaksanakan sebuah upacara adat kematian. Upacara adat kematian tersebut diklasifikasi berdasarkan usia dan status orang yang meningga. Yang meninggal ketika masih dalam kandungan (mate di bortian) belum mendapatkan perlakuan adat dan langsung dikubur tanpa menggunakan peti mati. Berbeda bila sang anak mati ketika masih bayi (mate poso-poso), mati saat anak-anak (mate dakdanak), mati saat remaja (mate bulung), dan mati saat sudah dewasa tapi belum menikah (mate ponggol), keseluruhan kematian tersebut akan mendapat perlakuan adat: mayatnya akan ditutupi selembar ulos (kain tenunan khas masyarakat Batak) sebelum dikuburkan.

Pada masyarakat Batak Toba, khususnya yang masih bertempat tinggal di Sumatera Utara adat kematian biasanya akan menampilkan alat musik berupa organ untuk bernyanyi, makan makan seperti menyembelih hewan, dan minum minuman tradisional suku batak yaitu tuak. Untuk peyembelihan hewan, juga ada kekhasannya. Masyarakat Batak secara tersirat seperti punya simbol tentang hewan yang disembelih pada upacara adat orang yang meninggal dalam status saur matua ini. Biasanya, kerbau atau sapi akan disembelih oleh keluarga Batak (terkhusus Batak Toba) yang anak-anak dari yang meninggal terbilang sukses hidupnya (orang mampu). Namun, jika kerbau yang disembelih, maka anggapan orang terhadap keluarga yang ditinggalkan akan lebih positif, yang berarti anak-anak yang ditinggalkan sudah sangat sukses di perantauan sana.

Ketika seseorang masyarakat Batak mati saur matua, pihak-pihak kerabat akan mengadakan musyawarah keluarga (martonggo raja), membahas persiapan pengadaan upacara saur matua. Pihak-pihak kerabat terdiri dari unsur-unsur dalihan natolu. Dalihan natolu adalah sistem hubungan sosial masyarakat Batak, terdiri dari tiga kelompok unsur kekerabatan, yaitu pertama pihak hula-hula (kelompok orang keluarga marga pihak istri). Kedua dongan tubu (kelompok orang-orang yaitu: teman atau saudara semarga). Ketiga, adalah kelompok yang terdiri dari pihak marga suami dari masing-masing saudara perempuan, keluarga perempuan pihak ayah.

Setelah proses musyawarah selesai dilanjutkan dengan Martonggo Raja yang akan dilaksanakan oleh seluruh pihak di halaman luar rumah duka mulai  sore hari hingga selesai. Masyarakat setempatpun (dongan sahuta) turut hadir sebagai pendengar dalam rapat tersebut.  Musyawarah akan membahas penentuan waktu pelaksanaan upacara, lokasi pemakaman, acara adat sesudah penguburan, dan keperluan teknis upacara dengan pembagian tugas masing-masing. Keperluan teknis menyangkut penyediaan peralatan upacara seperti: pengadaan peti mati, penyewaan alat musik beserta pemain musik, alat-alat makan beserta hidangan buat yang menghadiri upacara.












Posted on 05.32 by Unknown

1 (Satu) Malam Parapat & 1 (Satu) Malam Brastagi

HARI 1: KEDATANGAN MEDAN - PARAPAT (L, D)

Setibanya Anda di Bandara Kuala Namu International Airport (KNIA) Medan, Anda akan disambut oleh Guide/ Driver kami. Berangkat menuju restoran lokal untuk makan siang. Setelah makan siang dilanjutkan perjalanan menuju Danau Toba. Selama perjalanan, singgah sejenak di mesjid untuk melakukan sholat zhuhur. Kembali melanjutkan perjalanan. Berhenti di Toko Paten untuk membeli berbagai macam makanan lokal yang terbuat dari kacang-kacangan. Sore hari tiba di Parapat. Sebelum ke hotel berhenti sejenak di pinggir danau untuk menikmati keindahan Danau Toba di sore hari. Chek in hotel untuk istirahat. Makan malam di hotel atau restoran lokal (halal food). Kembali ke hotel dan acara bebas.

HARI 2: PARAPAT - SAMOSIR - PARAPAT - BERASTAGI (B, L, D)

Setelah makan pagi di hotel, berangkat menuju Pulau Samosir sekitar 45 menit menggunakan Feri. Tiba di samosir, mengunjungi Desa Tomok untuk melihat makam kuno yang diperkirakan sudah berusia 469 tahun (Sidabutar adalah orang pertama yang mengijakkan kakinya di tanah batak Samosir). Setelah selesai kunjungan dilanjutkan ke Desa Ambarita untuk melihat kursi batu Raja Siallagan (hanya untuk kelumpuk minimal 14 orang). Kembali ke Parapat. Transfer ke restoran lokal untuk makan siang dan sholat zhuhur di Mesjid Raya Taqwa Parapat. Selesai Zhuhur, tour dilanjutkan ke Berastagi. Selama perjalanan berhenti di Simarjarunjung untuk menikmati teh jahe dan pisang goreng sambil menikmati pemandangan indah dari atas bukit (pengeluaran pribadi). Kembali melanjutkan perjalanan dan berhenti di air terjun Sipiso Piso (salah satu air terjun yang tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 110 m). Berangkat menuju Berastagi. Sore hari tiba di Berastagi, mengunjungi Central Pasar buah dan sayuran segar. Transfer ke hotel. Makan malam di hotel atau restoran lokal. Acara bebas.

HARI 3: BERASTAGI - MEDAN - AIRPORT (B)

Sarapan di Hotel. Berangkat kembali ke Medan. Setibanya di Medan mengunjungi Istana Maimoon untuk melihat sisa-sisa peninggalan Sultan Deli Tempoe Doeloe yang telah berusia 126 tahun. Mengunjungi pusat toko batik. Transfer ke Bandara untuk tujuan selanjutnya. Tour selesai.

3D 2N Parapat & Brastagi
Note: Harga paket tidak berlaku untuk periode high season

PAKET TERMASUK:
  • Hotel sesuai permintaan sekamar berdua/bertiga
  • Makas sesuai program
  • Transportasi full AC
  • Tour Guide Minimal 14 Pax (Melayu, Indonesia, English)
  • Ferry menuju Pulau Samosir (kelompok dibawah 14 orang akan dibawa dengan ferry lokal dan hanya mengunjungi Desa Tomok saja)
  • Air mineral pada saat kedatangan
PAKET TIDAK TERMASUK:
  • Tiket Pesawat
  • Airport tax
  • Tipping Tour Guide/ Driver
  • Asuransi perjalanan
CATATAN:
  • Harga ini tidak berlaku pada masa high season seperti Hari Raya Idul Fitri, Natal, Tahun Baru, Imlek dan hari libur umum di mana hotel tidak memberlakukan harga kontrak,
  • Harga ini bisa berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

Posted on 02.42 by Unknown


Setelah Tomok, masih ada satu kampung lagi yang wajib Anda kunjungi selama berlibur ke Pulau Samosir, yaitu Kampung (Huta) Ambarita. Secara administratif, kampung (Huta) Ambarita ini  adalah sebuah desa yang terletak di Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Provinsi Sumatera Utara. Ambarita merupakan sebuah desa yang memiliki cerita sejarah tersendiri bagi Suku Batak. Desa ini dikenal dengan benda-benda peninggalan zaman megalitikumnya.  Ambarita berjarak sekitar 3 km dan berjarak 5 km dari Tomok. Untuk mencapai kampung ini, Anda bisa melakukan perjalanan dengan kapal selama 20 menit. Bagi  Anda yang  menginap di tuk-tuk dapat menyewa sepeda di hotel dan masyarakat setempat.  Untuk Anda yang senang berjalan kaki dapat menyusuri pinggiran danau untuk bisa sampai ke Huta Sialagan tersebut. Hanya berjarak 3 km dari tuk tuk.

Sebagai sebuah desa Ambarita banyak menyimpan cerita sejarah yang masih hidup hingga sekarang.  Terdapatnya peninggalan dari zaman megalitikum menjadi saksi bisu dari sejarah yang mewarnai keberlangsungan kampung ini. Tempat ini menjadi situs antropologi yang ada di Kabupaten Samosir. Situs inipun memiliki  daya tarik tersendiri bagi turis baik lokal maupun mancanegara. 
Jika Anda mengunjungi Desa Ambarita Anda akan disambut dengan sebuah pintu gerbang masuk yang berada di sebelah barat daya. dipintu masuk ini, terdapat patung yang dipahat dari batu besar. Patung tersebut diberi nama  Pangulubalang. Masyarakat  percaya bahwa patung tersebut dapat mengusir roh jahat yang akan masuk kekampung.  
 
Bagi Anda yang ingin tahu detail cerita sejarah tentang Desa Ambarita dan Raja Siallagan Disana Anda dapat menyewa jasa pemandu wisata lokal.  Tentunya, tarifnya adalah tarif seikhlas hati. hehehehe

Di Kampung (Huta) Siallagan ini masih  terdapat rumah adat tradisional Batak. Posisinya berjajar sebanyak delapan buah. Hingga sekarang rumah adat ini tersebut masihlah terjaga keotentikannya. Rumah adat tersebut  tersebut diperkirakan telah berumur ratusan tahun. Halaman rumah  terdapat sebuah pohon yang sangat kokoh, yang dipercaya sebagai pohon kebenaran (Hau Habonoran). Pohon tersebut di beri nama Hau Habonoran yang artinya adalah pohon kebenaran. Diperkirakan pohon tersebut sudah berusia ratusan tahun.

Situs antropologi di Kampung (Huta) Sialagan ini syarat dengan cerita.  Terdapat kursi kursi dari batu. Dahulu kursi tersebut digunakan oleh  para tetua kampung untuk melangsungkan persidangan dan mengadili bagi para penjahat sebelum akhirnya dipancung. Itulah mengapa kampung ini lebih dikenal dengan nama situs Batu Persidangan. Karena situs ini adalah sebuah bukti bahwa telah ada hukum Batak Kuno yang mengatur masyarakat suku Batak pada saat itu.

Masih ditempat yang sama, di dekat Batu Persidangan tersebut terletak sebuah batu yang dulu yang digunakan untuk mengeksekusi para penjahat yang terbukti bersalah. Bagi yang dinyatakan bersalah akan di hukum pancung. Sebelum hukuman pancung tersabut dilaksanakan, para tetua adat akan melakukan ritual-ritual tertentu. Ritual tersebut dilakukan untuk menghilangkan pengaruh ilmu hitam yang dimiliki oleh si penjahat. Proses eksekusipun dilaksanakan oleh algojo dan disaksikan oleh Raja dan semua para tetua adat.  Selesai eksekusi darah dari tubuh penjahat tersebut akan diletakkan didalam cawan. Kemudian hati dan jantung di cincang dan disajikan bersama tetua adat untuk diminum dan dimakan.  Hal ini diyakini bahwa setelah memakan jantung dan meminum darah si penjahat, kesaktiannya  akan berpindah kepada orang yang memakan dan meminumnya. Kepercayaan masyarakat setempat pada masa itu  masihlah menganut kepercayaan Parmalim (animisme).

Bagi Anda yang ingin kesana kami menyediakan promo  Paket Tour Danau Toba periode 2015.

Posted on 02.23 by Unknown

Bila Anda berlibur ke Danau Toba tidak pas rasanya bila tidak ke Pulau Samosir, disana banyak tempat yang dapat Anda akan kunjungi. Daratan yang berada ditengah-tengah perairan toba tersebut merupakan pusatnya peradaban suku Batak Sumatera Utara. Di Samosir terdapat bebarapa objek wisata yang menarik. Tomok misalnya, adalah sebuah desa yang berada di Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Provinsi Sumutara Utara. Tomok merupakan pintu masuk Pulau Samosir. Di Tomok terdapat obejek wisata sejarah, yaitu, Makam Raja Sidabutar. Makam tersebut telah berusia ratusan tahun. karena keunikannyalah Pemerintah Kabupaten Samosir menjadikan makam ini sebagai salah satu destinasi andalan yang ada di Samosir. Keunikan makam inipun menjadi daya tarik sendiri bagi para wisatawan domestik maupun mancanegara.

Sejarah Makam Raja Sidabutar

Siapa Raja Sidabutar? Ya, sejarah mencatat, Raja Sidabutar merupakan orang pertama yang mengijakkan kakinya di tanah batak Tomok dan merupakan nenek moyang bagi etnis Batak. Ratusan tahun lalu Raja Sidabutarlah yang membangun pemukiman di daerah tersebut. Seiring dengan berjalannya waktu penyebaran pemukiman masyarakatnya daerah Tomok pun meluas hingga sekarang dengan seiring dengan perkembangan generasinya.

Selain itu, Raja Sidabutar juga merupakan seorang penguasa di tanah Tomok pada masa itu, meski daerah kekuasaannya tidak sebesar Raja lainnya, kekuasaan Raja Sidabutar juga sangat berpengaruh bagi masyarakatnya. Dalam adat Batak, kekuasaan seorang Raja di ibaratkan kepala desa atau pemuka adat yang terpandang. Kekuasaan Raja Sidabutar tersebut bukanlah kekuasaan yang absolut seperti kekuasaan Raja pada umumnya.

Dari Tomok ini  kawasan antara satu situs sejarah dengan situs sejarah lainnya sangatlah berdekatan. Terlertak di satu komplek. Disekitar Makam terdapat banyak kedai yang menjajakan berbagai macam  kerajinan tangan masyarakat di Pulau Samosir. Bagi Anda yang ingin berbealanja di sini pintar pintarlah menawar. Kepintaran Anda menawar menentukan berapa banyak barang yang akan Anda bawa pulang. Hehehe

Makam Raja Sidabutar memiliki keunikan tersendiri dengan arsitekturnya yang menyerupai sarkofagus (batu kubur) yang dipahat. Batu pahatan tersebut ini terlihat seperti tersambung. Bagian depan peti terdapat pahatan yang menyerupai wajah Raja Sidabutar. Dibagian atas peti terdapat sebuah kain menyerupai pita dengan tiga warna yaitu merah, hitam dan putih. Warna tersebut merupakan warna khusus yang menggambarkan kehidupan Masyarakat Suku Batak.

Sekitar Makam Raja Sidabutar terdapat tiga kuburan Raja beserta beberapa kuburan kerabatnya. Raja yang pertama dan raja yang kedua masih berkeyakinan Parmalim (animisme). Inilah keyakinan yang dimiliki Masyarakat Suku Batak di Samosir hingga datang misionaris Jerman ke Samosir. Ya, Nomensen, seorang misionaris dari Jerman berhasil menyebarkan Agama Kristen di tanah Batak pada tahun (1881). Berbeda dengan Raja pertama dan kedua, Raja ke tiga yaitu Raja Solompoan Sidabutar sudahlah memeluk agama Kristen. Hal ini terlihat dari kuburannya yang sudah menggunakan ornamen salib diatas makamnyanya.
Nah, bagi Anda yang ingin memasuki komplek pemakaman Raja Sidabutar terlebih dahulu haruslah memakai ulos yang disediakan oleh penjaga makam di gerbang masuk komplek. Hal ini merupakan sebuah penghormatan kepada leluhur etnis Batak. Penggunaan ulos ini dengan cara menyelempangkan ke bahu Anda secara menyilang. Setibanya Anda di dalam mintalah Pemandu Wisata lokal untuk menceritakan sejarah singkat Makam Sidabutar tersebut. Tentunya, dengan tarif seikhlas hati.

Posted on 13.06 by Unknown

Pulau Samosir

Adalah sebuah daratan yang terbentuk dari tekanan atas magma saat terjadinya ledakan Gunung Toba 75.000 tahun yang silam. Pulau Samosir sangat kaya dengan keindahan alam, sejarah serta budaya. Pemerintah Kabupaten Samosirpun menjuliki samosir dengan julukan “Negeri Indah Kepingan Surga”. Banyaknya potensi yang ada di Samosir menjadikannya selah satu destinasi pariwisata andalan yang ada di Provinsi Sumatera Utara. Untuk Anda yang akan dan sedang berkunjung ke Danau Toba jangan lupa untuk menyebrang ke Pulau  Samosir.  Ada beberapa objek wisata yang Anda akan lihat disana, seperti Desa (Huta) Sialagan yang terkenal dengan kursi persidangan (tempat pelaksanaan hukuman mati bagi para penjahat dimasa kekuasan Raja Sialagan. Ada juga Simanindo Ambarita yang terkenal dengan batak dance dan musiumnya. Bagi Anda yang menginap di hotel tuktuk bisa menyewa sepeda dan pergi ke Tomok untuk melihat Makam Raja Sidabutar  (Raja Tomok yang terkenal dengan kesaktiannya).

Akses  Menuju Danau Toba dan Pulau Samosir

Nah, bagi  Anda yang ingin berkunjung ke DANAU TOBA, Jika menggunakan kapal udara Anda bisa mengunjungi kota Medan yang menjadi ibukota Sumatera utara terlebih dahulu. Dari kota Medan menuju DANAU TOBA dapat Anda tempuh dengan perjalanan darat dengan waktu kurang lebih sekitar 4 jam untuk tiba di Parapat Danau Toba dengan menggunakan transportasi darat. Parapat sendiri merupakan sebuah kota pintu gerbang masuk dari Danau Toba menuju Pulau Samosir, Di sini akan dapat menemukan banyak hotel untuk tempat Anda menginap.

Selanjutnya dari Parapat Anda bisa menyeberang menuju pulau SAMOSIR  dengan menggunakan kapal kayu atau seedboat melalui Pelabuhan Tigaraja Parapat (kapal penumpang).  Bagi yang menggunakan kenderaan roda empat (mobil) harus melewati kota Ajibata yang berjarak sekitar 1 km dari Parapat. Disana Anda dapat menemukan kapal ferri untuk membantu penyeberangan anda setiap 2 jam sekali. Di pulau Samosir Anda dapat menemukan sebuah kota wisata Tomok. Jika anda menggunakan kapal ferri sebagai media penyeberangan, Anda akan sampai di kota kecil ini. dan jika Anda menggunakan boat, maka anda dapat langsung menuju hotel yang menjadi pilihan anda di kawasan Tuktuk Pulau Samosir yang berjarak tidak terlalu jauh dari kota Tomok. Di Tuktuk anda dapat menemukan banyak penginapan sesuai dengan harga yang berpariariasi.


Posted on 12.27 by Unknown

Danau Toba adalah danau vulkanik, ditengah danau toba terdapat sebuah Pulau yang dikenal dengan Pulau Samosir. Letaknya ada di Indonesia, tepatnya di Provinsi Sumatera Utara. Danau Toba merupakan sebuah danau terbesar di Asia tenggara. Besarnya sama dengan Negara Singapura. Hingga sekarang danau toba menjadi tujuan para wisatawan baik domestik maupun Mancanegara. Mayoritas penduduknya adalah suku Batak dengan mata pencariannya sebagai petani, pedagang serta nelayan. Selain keindahannya danau toba memilki keunikan tersendiri dilihat dari sejarah terbentuknya yang sangat luar biasa.
Letusan Gunung Toba yang terjadi berkisar 75.000 tahun yang lalu dan merupakan letusan supervulacano . Letusannya terjadi selama hampir seminggu dan lontaran debunya mencapai 10 km di atas permukaan laut. Debu vulkanik tersebut menyebar ke separuh bumi seperti Cina dan Afrika Selatan.

Akibat kejadian tersebut matahari tertutup selama 2 tahun sehingga menyebabkan terjadinya zaman es yang berakibat pada kepunahan/kematian massal spesies makhluk baik langsung maupun tidak langsung. Menurut bukti DNA letusan Gunung Toba ini juga menyusutkan populasi manusia hingga mencapai 60% dari populasi manusia di bumi pada saat itu yang berjumlah sekitar 60 juta jiwa.
Letusan Gunung Toba tersebut membentuk kaldera dan terisi air sehingga terbentuklah sebuah danau yang dikenal pada saat ini dengan Danau Toba. Tekanan keatas magma yang belum keluar memebentuk sebuah daratan yang sekarang dikenal dengan Pulau Samosir.

Posted on 12.20 by Unknown

Danau Toba adalah danau vulkanik, ditengah danau toba terdapat sebuah Pulau yang dikenal dengan Pulau Samosir. Letaknya ada di Indonesia, tepatnya di Provinsi Sumatera Utara. Danau Toba merupakan sebuah danau terbesar di Asia tenggara. Besarnya sama dengan Negara Singapura. Hingga sekarang danau toba menjadi tujuan para wisatawan baik domestik maupun Mancanegara. Mayoritas penduduknya adalah suku Batak dengan mata pencariannya sebagai petani, pedagang serta nelayan. Selain keindahannya danau toba memilki keunikan tersendiri dilihat dari sejarah terbentuknya yang sangat luar biasa.

Letusan Gunung Toba yang terjadi berkisar 75.000 tahun yang lalu dan merupakan letusan supervulacano . Letusannya terjadi selama hampir seminggu dan lontaran debunya mencapai 10 km di atas permukaan laut. Debu vulkanik tersebut menyebar ke separuh bumi seperti Cina dan Afrika Selatan.

Akibat kejadian tersebut matahari tertutup selama 2 tahun sehingga menyebabkan terjadinya zaman es yang berakibat pada kepunahan/kematian massal spesies makhluk baik langsung maupun tidak langsung. Menurut bukti DNA letusan Gunung Toba ini juga menyusutkan populasi manusia hingga mencapai 60% dari populasi manusia di bumi pada saat itu yang berjumlah sekitar 60 juta jiwa.
Letusan Gunung Toba tersebut membentuk kaldera dan terisi air sehingga terbentuklah sebuah danau yang dikenal pada saat ini dengan Danau Toba. Tekanan keatas magma yang belum keluar memebentuk sebuah daratan yang sekarang dikenal dengan Pulau Samosir.

Pulau Samosir

Alhamdulilah, ternyata dibalik dasyatnya Ledakan supervulcano Gunung Toba yang menyebabkan kepunahan massal, tersebut Tuhan memberikan berkahnya di tanah Samosir. Karena letaknya yang berada dityengah-tengah Danau Toba Pulau Samosir memiliki daya tarik tersendiri bagi para wisatawan, baik keindahan alamnya, budaya serta sejarahnya.
Pulau Samosir, sebuah daratan yang terbentuk dari tekanan atas magma saat terjadinya ledakan Gunung Toba memiliki segudang budaya alam, sejarah serta keindahan yang luar biasa. Sampai-sampai karena keindahannya Pemkab Samosir menjulukinya “Negeri Indah Kepingan Surga”. Keindahannya alam, sejarahnya serta budaya menjadikan Pulau Samosir sebagai suatu destiniasi yang wajib dikunjungi bagi wisatawan yang berlibur ke Sumatera Utara. Bagi Anda yang berkunjung ke Samosir ada beberapa objek wisata yang wajib untuk Anda datangi seperti Desa (Huta) Sialagan yang terkenal dengan kursi persidangan, Simanindo Ambarita dengan mesium dan batak dancenya serta Desa (Huta) Tomok dengan sejarah Raja Sidabutar yang terkenal dengan kesaktiannya.


Makam Raja Sidabutar

makam_raja_sidabutar_hires_1280Bila Anda berlibur ke Danau Toba tidak pas rasanya bila tidak ke Pulau Samosir, disana banyak tempat yang dapat Anda kunjungi. Dibeberapa tempat di samosir anda akan menjumpai makam- makam dari batu yang dipahat seperti peti sehingga terlihat seperti sebuah tugu yang yang besar. Bangunan makam inilah yang terlihat unik bagi para wisatawan karena berbeda dengan makam yang dilihat pada saat sekarang ini.

Makam dengan arsitektur yang unit tersebut tampaknya memang sudah tidak asing lagi bagi Anda ketika berkunjung kesana, dikarenakan pulau yang barada ditengah perairan Danau Toba ini merupakan pusatnya peradaban dan kebudayaan suku batak Sumatera Utara. Hingga saat ini makam-makam tersebut mencerminkan ciri khas bagi budaya batak.

Diantara makam-makam tersebut ada sebuah makam yang sangat populer hingga sekarang, yaitu Makam Makam Raja Sidabutar, ia adalah seorang tokoh masyarakat batak yang pernah berkuasa dizamannya. Hingga saat ini dinas pariwisata Kabupaten Samosir menjadikan makam Raja Sidabutar tersebut sebagai objek wisata sejarah yang ada di Pulau Samosir.

Siapa Raja Sidabutar? Ya, sejarah mencatat, Raja Sidabutar merupakan orang pertama yang mengijakkan kakinya di tanah batak Tomok dan merupakan nenek moyang bagi etnis Batak. Ratusan tahun lalu Raja Sidabutarlah yang membangun pemukiman di daerah tersebut. Seiring dengan berjalannya waktu penyebaran pemukiman daerah tomok inipun meluas hingga sekarang dengan perkembangan generasinya.

Selain itu, Raja Sidabutar juga merupakan seorang penguasa di Tanah Tomok pada masa itu, meski daerah kekuasaannya tidak sebesar Raja lainnya Raja Sidabutar juga sangat berpengaruh bagi masyarakatnya. Dalam adat Batak, kekuasaan seorang Raja di ibaratkan kepala desa pada masa sekarang, ataupun pemuka adat yang terpandang. Dengan begitu kekuasaan Raja Sidabutar bukanlah kekuasaan yang absolut seperti kekuasaan Raja pada umumnya.

Di Tomok, kawasan antara satu situs sejarah dengan situs sejarah lainnya sangatlah berdekatan. Untuk memudahkan wisatawan yang berkunjung kawasan tersebut dijadikan satu komplek. Namun, dari sekian objek wisata sejarah yang ada di Desa (Huta) Tomok Makam Raja Sidabutarlah yang paling mencolok dan terkenal.

Makam Raja Sidabutar ini memiliki keunikan tersendiri dengan arsitekturnya yang menyerupai sarkofagus (batu kubur) yang dipahat. Batu pahatan tersebut ini terlihat seperti tersambung. Bagian depan peti terdapat pahatan yang menyerupai wajah Raja Sidabutar. Dibagian atas peti terdapat sebuah kain menyerupai pita dengan tiga warnah yaitu merah, hitam dan putih, dimana ketiga warna tersebut memiliki arti tersendiri bagi masyarakat suku batak. Kompleks makam tersebut terdapat tiga kuburan raja beserta beberapa kuburan kerabatnya. Raja yang pertama dan raja yang kedua belumlah memeluk agama samawi tapi masih menganut aliran kepercayaan setempat yang biasa disebut Parmalim. Berbeda dengan raja yang ketiga, yaitu Raja Solompoan Sidabutar yang sudah memeluk agama Kristen yang dibawa oleh Nomensen, seorang misionaris asal Jerman yang datang ke tanah Batak untuk menyebarkan agama kristen pada tahun 1881. Perbedaan keyakinan antara Raja pertama, kedua dengan ketiga yaitu pada raja pertam dan kedua terdapat kain yang diletakkan di atas makam, sedangkan untuk Raja yang ketiga sudah ada ornamen salib yang diletakkan diatas makam si Raja.
Nah, bagi Anda yang ingin memasuki komplek pemakaman Raja Sidabutar terlebih dahulu haruslah memakai ulos yang disediakan oleh penjaga makam di gerbang masuk komplek. Hal ini merupakan sebuah penghormatan kepada leluhur etnis Batak. Penggunaan ulos ini dengan cara menyelempangkan ke bahu Anda secara menyilang. Setibanya Anda di dalam komplek akan ada guide yang akan menceritakan sejarah singkat tentang Raja Tomok tersebut. Bagi Anda yang suka berbelanja di area komplek makam Raja terdapat banyak toko toko tradisional yang menjajakan kerajinan tangan masyarakat setempat. Sangat cocok untuk oleh-oleh yang akan diberikan kepada keluarga dan teman sekembalinya Anda dari Samosir.

Akses  Menuju Danau Toba dan Pulau Samosir

Nah, bagi  Anda yang ingin berkunjung ke DANAU TOBA, Jika menggunakan kapal udara Anda bisa mengunjungi kota Medan yang menjadi ibukota Sumatera utara terlebih dahulu. Dari kota Medan menuju DANAU TOBA dapat Anda tempuh dengan perjalanan darat dengan waktu kurang lebih sekitar 4 jam untuk tiba di Parapat Danau Toba dengan menggunakan transportasi darat. Parapat sendiri merupakan sebuah kota pintu gerbang masuk dari Danau Toba menuju Pulau Samosir, Di sini akan dapat menemukan banyak hotel untuk tempat Anda menginap.

Selanjutnya dari Parapat Anda bisa menyeberang menuju pulau SAMOSIR  dengan menggunakan kapal kayu atau seedboat melalui Pelabuhan Tigaraja Parapat (kapal penumpang).  Bagi yang menggunakan kenderaan roda empat (mobil) harus melewati kota Ajibata yang berjarak sekitar 1 km dari Parapat. Disana Anda dapat menemukan kapal ferri untuk membantu penyeberangan anda setiap 2 jam sekali. Di pulau Samosir Anda dapat menemukan sebuah kota wisata Tomok. Jika anda menggunakan kapal ferri sebagai media penyeberangan, Anda akan sampai di kota kecil ini. dan jika Anda menggunakan boat, maka anda dapat langsung menuju hotel yang menjadi pilihan anda di kawasan Tuktuk Pulau Samosir yang berjarak tidak terlalu jauh dari kota Tomok. Di Tuktuk anda dapat menemukan banyak penginapan sesuai dengan harga yang berpariariasi.

Posted on 11.32 by Unknown

BERKUNJUNG ke Sumatera Utara, tak lengkap rasanya bila tak mampir ke Danau Toba. Ya, danau terbesar di Asia Tenggara itu memang sudah tak asing bagi masyarakat Indonesia bahkan di dunia internasional. Berikut ini ada 9 (sembilan) alasan yang patut Anda pertimbangkan untuk berkunjung ke Danau Toba bersama PT. AULIA WISATA HOLIDAYS.  

Kami menyebutnya  dengan  Toba Muslim Tour


Panjangnya 100 kilometer dan lebar 30 kilometer. Danau Toba merupakan danau terbesar di Asia Tenggara. Luasnya melingkupi tiga kabupaten: Karo, Simalungun dan Dairi. Dari Kota Medan, Danau Toba berjarak 175 km. Butuh waktu sekitar 4-5 jam dari Medan untuk sampai ke danau indah ini. Di danau yang berhawa sejuk itu, kita bisa berenang dan memancing. Bagi Anda yang ingin menyusuri danau dengan mendayung sampan atau speed boat, bermain ski bisa menyewa peralatan dari warga setempat. Kita akan menikmati danau ini di hari pertama kunjungan dan menginap satu malam di hotel bintang tiga.

Apa yang menyebabkan Danau Toba tercipta? Para ahli meneliti, danau ini terbentuk sekitar 75.000 tahun silam, pasca ledakan dahsyat gunung berapi. Ledakan ini memuntahkan isi perut bumi dan debu vulkanik yang mengapung ke udara  sejauh 10 km di atas permukaan laut. Debu vulkanik yang ditiup angin menyebar hingga ke separoh bumi, meluas dari Cina sampai ke daratan Afrika Selatan. Letusan dahsyat ini juga menyebabkan terbentuknya kaldera yang kemudian terisi oleh air dan kini dikenal dengan sebutan Danau Toba. Jadi, bisa dimaklumi kalau danau ini jadi danau terbesar di Asia Tenggara. 

Danau Toba memiliki keunikan karena di tengah-tengahnya   terdapat sebuah pulau berbukit-bukit. Namanya, Pulau Samosir. Terbentuk akibat tekanan magma yang tak sempat keluar pasca ledakan gunung berapi purba terjadi. Untuk mencapai pulau ini, kita akan menyeberang menggunakan ferry selama 45 menit. Pulau ini dipercaya sebagai asal muasal Suku Batak dan masih terdapat perkampungan alami masyarakat suku Batak. Di Desa Tomok, misalnya, masih terdapat sebuah makam kuno yang dipercaya masayarakat setempat berisi jasad Raja Sidabutar. Di Desa Ambarita, terdapat kursi batu yang dijadikan tempat eksekusi warga yang melakukan tindak kriminal saat diperintah oleh Raja Sialagan.  Banyak kisah menarik tersimpan dalam setiap jengkal tanah di pulau ini. Kunjungan ke Pulau Samosir dijadwalkan pada hari kedua.

3. SIMARJARUNJUNG
 
Ini adalah salah satu titik yang tak boleh dilewatkan saat berkunjung ke Danau Toba. Simarjarunjung merupakan jalur lintas darat yang berada persis di pinggiran danau. Jalur ini sangat eksotik karena menyusuri pinggiran danau dari atas tebing sejauh 20 km.  Sepanjang perjalanan, mata kita akan dimanjakan oleh pemandangan hamparan biru nan luas Danau Toba. Sambil menikmati pemandangan, kita juga bisa menikmati minuman hangat terbuat dari teh jahe dan menyantap pisang goreng khas yang dijajakan pedagang lokal di sekitar lokasi.
Di Simarjarunjung kita juga akan mengunjungi Museum Rumah Panjang Raja Purba, rumah yang dihuni turun-temurun oleh keluarga Raja. Rumah ini memiliki sejarah yang unik. Sang raja orang sakti. Konon, memiliki 24 istri yang tinggal serumah dengan sang raja. Kunjungan yang menarik ini akan kita jalani pada hari kedua.

4. SIPISO-PISO: AIR TERJUN TERTINGGI DI INDONESIA

Ya, inilah air terjun tertinggi di Indonesia. Berada di sisi utara Danau Toba. Dari ketinggian tebing kehijauan setinggi 120 meter, air deras mencurah dari sisi tebing yang dipadati pohon pinus. Air Terjun Sipiso-piso berasal dari sungai bawah tanah yang mengalir melalui sebuah gua di sisi kawah Danau Toba. Tentu kita tak hanya bisa melihat air terjun itu dari kejauhan namun juga bisa bermain dengan derai sejuknya air terjun secara langsung. Kita akan menyusuri tangga batu yang bisa ditapaki menuju air terjun ini.

5. BERASTAGI: SURGA BUAH

Paket perjalanan ke Danau Toba juga menyinggahi kawasan berhawa dingin Berastagi. Jaraknya sekitar 66 km dari Kota Medan. Berastagi diapit oleh dua gunung berapi: Gunung Sibayak dan Sinabung. Realitas geografis ini menyebabkan kawasan Berastagi subur sebagai daerah penghasil buah, bunga, sayuran terbesar di Sumatera Utara. Kita bisa berbelanja di Pasar Buah Berastagi. Bermacam jenis buah tersedia. Yang unik, misalnya Terong Belanda. Kenapa ada nama Belandanya? Nah, Anda akan mengetahuinya saat berada di Berastagi.

Di Berastagi juga terdapat beberapa bangunan menarik yang untuk dikunjungi. Misalnya, Pagoda Lumbhini, replika Swedagon Wat Vietnam, Museum Pusaka Karo, dan Gereja Inkulturatif Santo Fransiskus Asisi. Bagi yang ingin berkeliling kota Berastagi, bisa menyewa bendi atau menunggang kuda yang disewakan oleh warga setempat.
  
6. SIANTAR: PUSAT OLEH-OLEH

Kota ini merupakan salah satu kota yang unik di Sumatera Utara. Selain tersohor dengan armada becak motor besar sisa masa kolonial Belanda yang masih wira-wiri di jalan raya, kota ini juga tempat menarik disinggahi untuk berbelanja makanan ringan khas khas setempat. Makanan itu disebut dengan teng teng, tong tong dan ting ting. Bingung kan? Ini adalah sebutan  untuk makanan yang terbuat dari kacang. Rasanya? Hmmm, silakan Anda cicipi langsung. Kita akan singgah di kota ini pada hari pertama dalam perjalanan menuju Danau Toba. 

7. KOTA MEDAN: PELANGI ETNIK  

Puas mengelilingi Danau Toba dan kawasan alam eksotik lainnya, belum lengkap jika tak menyusuri pesona Kota Medan. Sebagai ibu kota provinsi, kota ini juga menyimpan sejumlah destinasi wisata menarik. Kota Medan adalah kota yang dihuni multi etnik dan agama. Ini merupakan pelangi sosial yang unik. Kita akan mengunjungi Istana Maimon, singasana Raja Deli tempo doeloe yang masih terpelihara dengan baik. Selain itu kita juga mengunjungi Kuil Dewi Kwan Im, Wood Gallery, Gereja Velangkany, Grand Mosque, Vihara Gunung Timur dan Kuil Hindu Sri Mariaman. Perjalanan berkeliling Medan dilaksanakan pada hari ketiga.

Masih di Kota Medan, bagi Anda yang ingin berbelanja untuk oleh-oleh khas Medan, kita akan mengunjungi pasar tradisional: Pusat Toko Batik dan Pasar Ikan Lama  dan Medan Mall. Di malam hari, kita akan menikmati suasana hangat kawasan utama Medan seperti Merdeka Walk, City Hall, dan Post Office.

8.  KULINER

Selama kunjungan ke Danau Toba dan kawasan lainnya, menu makanan Anda juga menjadi prioritas kami. Menu makanan yang tersedia dalam paket wisata ini melingkupi Masakan Padang, Masakan China dan Menu Internasional. Di antaranya,  adalah nasi, rendang, sambal kari hati, gado-gado, aneka sup, angsio tahu jepang (tumis tahu dan sayuran), tiram hijau dengan saus mustard, kangkung terasi, sup tahu, ayam rika-rika, sapo tofu (tumis sayuran dan tahu dengan saus). Semua hidangan ini dilengkapi dengan buah-buahan.

9.  PERJALANAN ANDA LEBIH BARAQAH

Kami merupakan  pelopor agen perjalanan layanan penuh di Medan, Sumatera Utara berdasarkan Wisata Halal atau WISATA Halal. Tujuan kami adalah untuk menyediakan paket tour di pusat-pusat wisata utama Sumatera Utara, sesuai dengan keyakinan dan praktik Islam. Layanan kami mencakup pedoman makanan halal dan minuman di restoran menggunakan bahan-bahan halal, tidak ada daging babi, alkohol, dll, kami juga akan memilih restoran yang tepat sehingga dapat menikmati pengalaman bersantap yang nyaman. Kami juga akan menjamin waktu shalat (shalat) selama program tour berlangsung.
Kami berharap dapat membantu wisatawan muslim yang ingin melakukan perjalanan ke Sumatera Utara dan sekitarnya. Insya Allah.




Address:
Jl. Pembangunan IV No. 116 Medan, Sumatera Utara 20125
Tlp. (061)  8456745

Contact: 
email: info@tobamuslimtour.co.id/ tobamuslimtour@gmail.com
facebook: Toba Muslim Tour

ym: tobamuslimtour@yahoo.com
m/whatshap: 081370134573             
bbm: 51f5302d

Posted on 02.36 by Unknown